alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / Hobby / Green Lifestyle /
Menuju Mandatory Bio-diesel 100% 2021 yang Dianggap tidak Realistis
4.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb0156a26377259af762278/menuju-mandatory-bio-diesel-100-2021-yang-dianggap-tidak-realistis

Menuju Mandatory Bio-diesel 100% 2021 yang Dianggap tidak Realistis

Mandatory Bio-diesel 20% atau lebih dikenal dengan B20 baru saja diterapkan pada 1 September 2018. Namun kini pemerintah sudah membuat ancang-ancang menuju B100. Artinya, akan ada bahan bakar 100% biodiesel pengganti solar. Target Menteri Badan Usaha Milik Negara tiga tahun lagi atau pada 2021, Indonesia sudah bisa memproduksi B100.

Walaupun sudah ditetapkan target tiga tahun lagi Indonesia harus mampu memproduksi B100, tidak banyak yang optimistis bahwa goal tersebut tercapai. Apalagi ketika bicara penggunaannya. Pengguna biodiesel masih belum siap menggantikan solar dengan B100. Menggantikan full solar masih makan waktu, kalau kita belum bisa menggantikan fuel solar semua, mungkin sebaiknya bikin fuel-nya B5O.

Menuju Mandatory Bio-diesel 100% 2021 yang Dianggap tidak Realistis

Perusahaan pelat merah PT Pertamina menjadi tumpuan pemerintah untuk merealisasikan B100. Perseroan telah menjalin kerja sama dengan ENISpA, perusahaan energi asal Itali. Perjanjian kerja sama yang diteken pada 3O Januari lalu itu terkait dengan pengembangan green refinery. Bu Nieke Widyawati (Dirut Pertamina) sudah buat perjanjian awal dengan ENI untuk membangun refinery di Plaju. CPO menjadi B5O, tapi targetnya nanti ke B100. Pertama-tama dicoba investasi US$800 juta.

Poin penting dari kesepakatan pengembangan green refinery ini adalah memaksimalkan potensi energi terbarukan di Indonesia, sekaligus upaya mewujudkan kemandirian energy nasional. Jadi, Pertamina memproses CPO di kilang green refinery milik ENI di Italia yang menghasilkan bydrotreated vegetable oil (HVO) menjadi campuran diesel fuel. Pertamina dan ENI juga mendiskusikan peluang memproduksi HVO di Indonesia.

Target tiga tahun B100 pun bukan tanpa dasar. Target ambisius tersebut mengacu pada konversi kilang Plaju yang dulu memproduksi solar dan premium menjadi biodiesel. Butuh tiga tahun hingga kilang mampu memproduksi B 100.

Menuju Mandatory Bio-diesel 100% 2021 yang Dianggap tidak Realistis

Namun, kesiapan pasokan Pertamina jangan diartikan Indonesia sudah siap menerapkan BlOO sebagai pengganti energi fosil. B100 terealisasi jika ada pertemuan pasokan dan permintaan. Pertanyaannya, apakah pasarnya siap? Untuk B2O saja masih ada beberapa industri minta waiver. Ada industri alat berat, pertahanan, karena mesinnya tidak bisa. Jadi, ketika match supply dan demand, di situlah B100 terjadi.

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menilai penerapan B100 dalam jangka tiga tahun tidak realistis. Wakil Ketu Aptrindo, Kyatmaja Lookman, mengungkapkan bahwa penggunaan biofuel masih tidak sesuai dengan kondisi kendaraan Indonesia saat ini. B100 kadar airnya tinggi, sedangkan kalorinya lebih rendah dibandingkan dengan solar. Kelemahan lain dari biofuel adalah
tingkat detergensinya tinggi.


Spoiler for APA ITU BIODIESEL:



Mesin kendaraan yang ada saat ini tipikalnya tidak memiliki ketahanan korosif yang tinggi. Jika ingin menggunakan B100, maka mesinnya wajib disesuaikan dengan karakter B100. Perlu kendaraan yang lebih corrosive resistant, sedangkan yang sekarang desainnya diperuntukkan bagi solar biasa.

Jangankan B100, untuk implementasi B20 saja Aptrindo masih menguji dampaknya terhadap mesin kendaraan keluaran 2016 ke atas. Sebetulnya, pemerintah sudah mengetesnya pada kendaraan kecil. Ini yang disayangkan Aptrindo, karena konsumen solar terbesar justru truk komersial.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia(Gaikindo) mengingatkan agar pemerintah tidak secepat kilat melompat dari B20 ke B100 karena kalau harus mengubah struktur engine utama tentunya akan sangat mahal.

Tak ada keluhan serius terkait penggunaan B20 dari konsumen. Kalaupun ada, berasal dari pengguna kendaraan lama atau tua. Sebab, keluaran lama memiliki kerak yang cukup tebal dalam mesin sehingga ada penyumbatan.

Menuju Mandatory Bio-diesel 100% 2021 yang Dianggap tidak Realistis

Sementara itu, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menilai positif implementasi B20. Harga tandan buah segar (TBS) terkerek, sempat mencapai Rp2.000 per kilogram, meski merosot lagi akibat faktor eksternal. Pertanda harga sawit masih bergantung pada pasar luar.

Selain akan menambah serapan domestik, program B100 juga akan mengurangi ketergantungan sawit Indonesia pada pasar di luar negeri. Hampir 70% hasil kelapa sawit masih dijual keluar, baik dalam bentuk CPO maupun turunannya.


Spoiler for Referensi:


Diubah oleh babygani86
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Tetap optimis bro jangan dikit-dikit bubar pesimis mulu terus jogedan
Diubah oleh rafatharhero
Semangat dong, gan.. emoticon-Cool
semangat.. untuk menggantikan bahan yang tidak ramah lingkungan
gitu ye gan
nice inpohny nih
kuduu optimus prime
bukan masalah realistis / tidak tapi selama ini kualitas produk bahan bakar di indonesia sengaja dibiarkan tertinggal en sekarang harus ada usaha untuk membayar segala kemalasan masa lalu apapun alasannya. makin sedikit pabrikan yang bersedia menyediakan mesin yang compatible dengan bahan bakar kualitas rendah khas indonesia masa kini.
produksi truck baru dengan mesin yang sesuai dengan bahan bakarnya
Kayak ga kenal si rezim aja.
Cuma bisa planga plongo & nyuruh2, pas dikomentari bilangnya "ga percaya sama SDM sendiri, kapan maju nya".
Kita bukan ga percaya, tapi si Jae yg tidak bisa berlogika
kudu pelan pelan, krn langsun berubah itu susah
hmmmm...
klo bisa direalisasikan ya baguslah
Quote:

Si jae itu siapa gan??
Logikamu seperti apa kalau ngatain org gak berlogika?
Quote:


Emang logika lo yg bener kek mana?
Cuma jelasin gue pen tauk isi otak lo sesuai gak sama ocehan luh emoticon-Big Grin
Walaupun nggak sampai B100, B90/B80 jadilah asal bisa menghidupkan industri hilir CPO kita kenapa enggak, dari pada terus terusan di akalin uni eropa. ane lebih suka pemimpin yg optimis. ortu ane petani kelapa sawit selama ini harga sawit stagnan di harga itu itu aja ndak bisa ngimbangi inflasi
Balasan post alanaf98
Ada lah, orang yg ga mampu tapi belagak mampu, tukang hoax juga biar terlihat hebat.
Quote:


Jadi si jae itu siapa gan?? Kog mlh nyambung ke tukang hoax?
Logika ente soal B100 gmna? Kog bisa nyimpulkan bgt?
semoga makin baik
Balasan post alanaf98
Kalo ga kenal si Jae ya ngapain membela dia, dia itu si tukang hoax itu.
Kalo si Jae yg bilang mau memasarkan B100 sudah pasti hoax demi pencitraan diri dia yg sudah mulai merosot emoticon-Ngakak
Apa ente kenal juga sama si Jae tukang hoax itu?
Balasan post malibuuuu
Logika ane sesuai dengan isi thread.
Makanya bro, baca thread nya, ane tau tugas buzzer untuk membela si Jae, tapi berkomentar yg cerdas juga dong emoticon-Ngakak
Quote:


Emang sik salah satu syarat jadi troller harus goblog emoticon-Ngakak
Gue paham kok peran yang lo jalanin kek apa emoticon-Ngakak
Keep goblog nyet emoticon-Ngakak
optimis aja, biar melihat kedepan.
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di