alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Australia Pelajari Toleransi Beragama di Indonesia, Meski Banyak Kasus Intoleransi
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8afb1e337f9349c205c7bd/australia-pelajari-toleransi-beragama-di-indonesia-meski-banyak-kasus-intoleransi

Australia Pelajari Toleransi Beragama di Indonesia, Meski Banyak Kasus Intoleransi

Australia Pelajari Toleransi Beragama di Indonesia, Meski Banyak Kasus Intoleransi Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, mengatakan Indonesia menjadi contoh dunia bagi dialog lintas-agama. Australia juga memiliki keberagaman serupa di negaranya seiring dengan derasnya imigrasi dari berbagai belahan dunia

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia kerap menjadi contoh dialog lintas-agama. Pemerintah Australia pun ingin mempelajari keberagaman Indonesia, meski diakui bahwa Indonesia masih punya beberapa pekerjaan rumah.

Pemerintah Indonesia dan Australia untuk pertama kalinya menggelar Indonesia-Australia Interfaith Dialogue (IAID) untuk berbagi pengalaman kedua negara dalam mengelola keberagaman di negara masing-masing. Dialog di Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/3/2019) ini, berfokus pada praktik hubungan lintas-agama, lintas-identitas, dan mengatasi radikalisme.

Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan, mengatakan Indonesia dan Australia dapat saling belajar dari pengalaman dan praktik terbaik.

“Bagaimana menciptakan masyarakat yang lebih toleran, mengedepankan keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara. Saya rasa itu kunci semua negara untuk terus menumbuh-kembangkan pembangunan di negara masing-masing,” ujarnya kepada wartawan usai membuka acara dialog.

Cecep mengatakan, toleransi antar-umat beragama menjadi kunci pembangunan. “Kita belajar dari negara lain, bahwa tanpa kita toleransi dan tanpa menumbuhkembangkan sikap kehidupan yang harmoni, takkan ada pembangunan tidak akan ada masa depan untuk negara itu,” ungkapnya.

Indonesia telah mempromosikan dialog lintas-agama di kancah regional dan internasional sejak 2004. Hal ini dilakukan antara lain lewat forum Asia-Pacific Economic Forum (APEC) dan United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC). Secara bilateral, Indonesia telah memiliki 31 mitra dialog lintas-agama, dan Australia merupakan mitra ke-32.

Australia Tertarik Perdalam Gerakan Toleransi Akar Rumput

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, mengatakan Australia juga memiliki kondisi keberagaman yang mirip.Pemerintah Australia mencatat, 50 persen penduduknya lahir di negara lain atau memiliki orang tua dari negara lain. Negara asal mereka antara lain India, Cina, kawasan Afrika dan Timur Tengah. Situasi ini “telah mengubah Australia, wajahnya dan kepentingannya”.

Karena itu, menurut Quinlan, Australia dan Indonesia bisa saling belajar. “Indonesia adalah pemimpin dunia dalam dialog lintas-iman secara global. Kami mengagumi dan menghormati hal itu,” ujarnya kepada wartawan dalam kesempatan yang sama.

Australia tentu juga punya peran (dalam dialog lintas-agama.red), kami sudah melakukannya selama beberapa tahun. Namun Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang punya sikap tertentu ketika berbicara soal keimanan di kancah global. Itu adalah kontribusi yang sangat penting dari Indonesia,” tambahnya.

Quinlan mengatakan, pihaknya ingin mendalami agama-agama di Indonesia, termasuk kehidupan Islam. Selain itu, dia tertarik mendalami praktik-praktik toleransi di masyarakat akar rumput Indonesia.

“Kita sering memahami legislasi itu penting, institusi itu penting. Kita selalu membicarakan dua hal itu. Tapi yang sangat kami harapkan untuk didalami adalah pengalaman di level komunitas yang Indonesia miliki dan mungkin cocok dengan kami, juga pengalaman di Australia,” jelasnya.

Indonesia Tetap Punya Pekerjaan Rumah Toleransi

Meski dinilai jadi teladan dalam keberagaman, Indonesia masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Komnas HAM mencatat, kasus kekerasan atas nama agama terus terjadi dari tahun ke tahun. Berturut-turut terjadi 74 kasus (2014), naik ke 87 kasus (2015), dan hampir 100 kasus (2016).

Setara Institute mencatat, banyak kasus intoleransi belum selesai dalam kerangka hukum. Misalnya penyegelan gereja GKI Yasmin di Bogor dan HKBP FIladelfia di Bekasi meski keduanya dinyatakan sah oleh pengadilan. Kemudian pengusiran Ahmadiyah di Lombok dan Syiah di Sampang.

Akhir tahun lalu, sebuah gereja di Jambi disegel pemerintah daerah setelah diprotes warga karena tidak memiliki izin. Sementara pada Januari 2019, diskusi buku Ahmadiyah di Bandung dipersingkat karena tekanan massa.

Pekerjaan rumah itu harus juga diungkap dalam dialog Australia-Indonesia ini, ujar pendeta Gereja Kristen Pasundan (GKP), Obertina Johanis, yang menjadi moderator salah satu panel diskusi.

“Bahwa yang tadi itu masih banyak terjadi. Bagaimana caranya di masa yang akan datang kita bisa pakai forum-forum kayak gini justru untuk share. Bahwa masih banyak nih kasus-kasus, masih harus lebih serius lagi,” ujarnya kepada VOA.

GKP sendiri memiliki gereja di Dayeuhkolot, Bandung, yang ditutup pemerintah kota pada 2005 atas desakan kelompok tertentu. Sejak tahun 2000-an, GKP menggaet kelompok lintas iman di Jawa Barat untuk menggelar kemah pemuda lintas-iman setiap tahun dan sejumlah program edukasi lain.

Obertina mengusulkan, peserta dialog dari Australia dapat belajar dari kelompok akar rumput yang benar-benar tahu kondisi lapangan.

“Yang benar-benar selama ini tuh mendampingi kasus-kasus. Dan juga melakukan kerja-kerja untuk membuat pluralisme hidup dalam perbedaan itu suatu gaya hidup, bukan yang seremonial-seremonial,” tegasnya yang juga dosen di Universitas Kristen Maranatha ini.

Forum dialog ini dihadiri 80 orang perwakilan pemerintah, tokoh agama, intelektual, praktisi media, dan pemuda dari kedua negara. Selain dialog, delegasi juga akan mengunjungi Masjid Lautze, masjid komunitas Tionghoa-Muslim, serta Gang Ruhana yang dikenal sebagai desa toleransi. (rt/em)

wkwkwk

Ibarat Mempelajari Cara Kesetiaan Pada Pasangang Kepada Seorang Pelacur emoticon-Embarrassment
Diubah oleh unicorn.phenex
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
reserved
nggak juga gan , konflik agama di australia ada juga itu , padahal orang australia masih sedikit dan kualitas pendidikan relatif tinggi ,

gimana pimpinan australia jadi penguasa indonesia ?
ane nggak yakin pada kuat , sama juga puyengnya ( bahkan lebih puyeng ) mimpin india

hahaha
Harus belajar banyak dari jepang emoticon-Angel
australia itu lagi nyindir?
atau memang sengaja membuat intoleransi indonesia diatas angin?




emoticon-DP emoticon-DP emoticon-DP
Diubah oleh pasti2periode


Quote:


Beda kasus gan, di assuie perbedaan karena arus imigrasi.
Orang vietnam aja banyak yang jadi preman disono
Lebih ke antar etnis gan, masalah agama cuma gimmick aja emoticon-Embarrassment


Quote:


Liat orangnya jangan kewarganegaraan dia..
Warga negara apapun kalo udah terpapar aliran sesat itu pasti absurd apalagi dijanjikan surga orgy
emoticon-Ngakak

https://www.nytimes.com/2018/01/23/w...financing.html
bentar bentar

sekuler belajar ke indo? ga salah?
harusnya indo yang belajar ke sekuler kali
untuk negara OKI
yakin lah gw indonesia msh terhitung paling toleran soal keimanan,tp klo untuk di dunia,cuih...itu mah dulu waktu bendera item blm ada yg berkibar di indonesia
Sepertinya ada yg janggal nih ... emoticon-Hansip
Balasan post ksatriabajaputi
itulah tujuannya
belajar dari yang negaranya mbulet kyk indonesia
jad ntar klo ngadepinn negaranya yang lebih simple jd lebih mudah emoticon-Big Grin
Quote:


Yap, parahnya lagi di Australia itu ada pemukiman muslim yg jadi "no go zones" buat yg non-muslim atau bule, karena saking prone to violence nya mereka.
Tapi masih kalah lah sama swedia & prancis jumlahnya..

Akibat dulu sempat nerima pengungsi dari arab...
orang arab jauh lebih kental agamanya karena ngerti apa yg mereka baca dikitabnya, gak kayak orang indonesia, denger dari ustadz aja udah berasa yg paling islami sehingga bisa nuduh muslim lain yg jadi teroris itu bukan islam tapi konspirasi mamarika wahyudi remason..

Balasan post rosyidii
nggak juga gan orang arab yang ngawur juga banyak , memang pemerkosaan TKW paling banyak dari negara mana aja ?

seperlunya aja gan melihat orang arab , ada yang beres ada juga yang nggak beres .
Australia belajarnya dari kesalahan-kesalahan yang ada di Indonesia.
waduh salah nih ausi blajar ke indo khususnya jkt yg dipimpin gabener menang gara2 sara..hasil kerja? nol besar emoticon-Ngakak
tenang ada Pak Yai marup negara ini akan kembali toleran emoticon-Imlek
harusnya belajar dari ini





Quote:


jadi maksudnya justru teroris itulah islam yang kaffah?
emoticon-Leh Uga
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Mungkin belajar gimana Islam Nusantara bisa toleran....

(Kasus intoleransi tanya aja pelakunya pro-Islam Nusantara atau tidak. Sya nebaknya sih semuanya bakal bilang engga. emoticon-Ngakak (S))
Diubah oleh widya poetra


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di